Transceiver dengan sumber energi alternatif

Listrik dan bahan bakar minyak adalah sumber energi yang kini berada di ambang batas kritis. Tak mengherankan jika vendor infrastruktur jaringan telekomunikasi pun mesti mengembangkan teknologi dengan energi alternatif. Dua diantara teknologi infrastruktur yang telah memakai sumber energi alternatif adalah base transceiver station (BTS) bertenaga hidrogen dari PT Hutchison Cp Telecom Indonesia dan BTS buatan Nokia Siemens Network yang dinamai Smart Site Systems.

BTS hidrogen dari Hutchison, yang mengoperasikan jaringan Three(3), telah dibangun di 200 lokasi di indonesia. Beberapa waktu lalu Hutchison meresmikan BTS tersebut, salah satunya di Pondok Gede, Jakarta Timur. Director Intercarrier Gevernment and Regulatory PT Hutchinson Sidarta Sidik mengatakan pemakaian energi hidrogen bertujuan mendukung komitmen pihaknya terhadap isu lingkungan. “Pengoperasian ini untuk ikut mengingatkan kepedulian lingkungan dan global warming,” ujar Sidarta. BTS ini memiliki sistem yan g “mengail” senyawa hidrogen dari air. Lalu pada sebuah katalis, hidrogen ini diubah menjadi elektron. Pada sebuah membran elektrolit, proton diubah menjadi energi listrik. Prosesnya sederhana.

Dengan bahan bakar semacam itu, BTS dari Hutchison ini tidak akan berisik. Selain itu, tentu saja ia tidak akan menghasilkan polusi, seperti bahan bakar minyak atau sangat bergantung pada pasokan listrik PLN. Adapun Smart Site System dari Nokia Siemens Networks bermuara pada sistem BTS bernama Flexi BTS. Ini adalah BTS yang hemat energi dengan disain yang sederhana. Menara pada Smart Site System bersifat portabel. Alih-alih memakai desain dari tulang-tulang besi yang besar dan makan tempat, menara ini memakai bahan aluminium. Bentuk keseluruhannya adalah tabulator berkaki tiga, sehingga fondasinya lebih kecil. Dibanding dengan desain menara umumnya, desain ini 87 persen lebih sedikit membutuhkan elemen pembangunan.

Dengan flexi BTS yang mungil, situs BTS ini tak membutuhkan penyejuk udara alhasil, ia hemat energi. Lagi pula kebutuhan listriknya hanya sebesar 650-1.200 watt. Sumber Energi Smart Site Systems juga bisa diciptakan dari panel surya untuk menangkap cahaya matahari. “Sistem ini jadinya bersifat otonom,” kata Dharmesh Malhotra, Head of Services Subregion Indonesia Nokia Siemens, di Sukabumi beberapa waktu lalu.

Nah, soal flexi BTS itu , ini adalah perangkat BTS yang mungil dan bisa diletakkan di mana saja, tak mesti di letakkan di mana saja, tak mesti di menara seperti pada umumnya. Sepintas desainnya seperti boks komputer desktop dengan ukuran lebih besar. Flexi BTS ini didukung pita jaringan yang lebih luas. Ia mampu menangani jaringan GSM/EDGE, WCDMA/HSPA, sampai WiMAX.

BookMark : Substansi kimia yang memainkan peranan dalam proses katalisis, yakni kecepatan proses reaksi kimia ditingkatkan atau diturunkan.

Sumber : Koran Tempo/ 8 Des 09

Advertisement