Semarak Tahun baru sangat terasa sekali mulai dari acara Party dirumah seperti bakar-bakaran ayam, jagung, ikan (asal jgn bakar rumah hehehehe), di tempat-tempat hiburan yang menyediakan berbagai macam sajian menarik yang serba Glamor yang tujuannya untuk menghibur (Maklum satu tahun sekali). Tahun baru kali ini jg berbarengan dengan meninggalnya tokoh bangsa Kyai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mungkin banyak sekali yang berduka sepeninggal beliau. Disatu sisi orang lain asik berpesta pora menyambut tahun baru. Inilah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Dalam hiruk pikuk pesta pora yang meriah ternyata disatu sisi masih ada acara-acara dzikir akbar yang diselenggarakan di Mesjid-mesjid besar, jauh dari kemeriahan pesta tahun baru yang serba glamor dengan kembang api yang memakan dana yang tidak sedikit. Acara dzikir tersebut berlangsung dengan khusuk yang dipimpin oleh seorang kyai yang terkenal, tapi permasalahannya adalah campur baur antara laki-laki dan perempuan itulah yang membuat tidak nyaman. Tp menurut saya itu masih lebih baik di banding kita berpesta pora yang lebih dekat dengan perbuatan maksiat.

Tahun baru tidak seperti perayaan hari besar agama yang hanya dirayakan oleh agama tertentu saja, tapi dapat dirayakan oleh semua manusia dibelahan bumi manapun, menyambut pergantian tahun yang hanya satu kali dalam setahun. Di tahun baru sebaiknya kita banyak mengingat kejadian yang lalu atau flash back apa sih hal-hal buruk yang pernah kita lakukan dan hal-hal baik yang kita lakukan untuk kemudian diambil yang baik dan yang buruk dibuang jauh-jauh. Tapi banyak sekali orang-orang yang memaknai tahun baru sama saja dengan tahun sebelumnya tanpa ada perubahan sedikitpun dengan amal ibadah dan akhlaq individu tersebut.

Alangkah baiknya tahun yang akan datang lebih baik dari tahun sebelumnya membuat perubahan berarti terhadap diri kita sendiri, kita harus memiliki target-target yang mungkin tidak kita capai di tahun sebelumnya dan di upayakan memiliki target yang lebih ditahun yang baru ini. Jika kita tidak memiliki target kedepan kita tidak akan punya tujuan hidup yang jelas apa sih yang mw kita capai, apa seh yang harus saya perbaiki ditahun ini??  Ada baiknya kita memiliki peta hidup sampai kita berusia 60, Wallahu’alam jika Alloh masih memberikan kita hidup sampai umur kesekian. Dalam surat Al ‘Ashr dikatakan وَالْعَصْرِ (1) إِنََّ الإنْسَانَ لََفِي خُسْرٍ(2) إِلَّاالذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْابِالْحَقِّ وَتَوَا صَوْابِالصَّبْرِ

Artinya :”Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. Dari ayat diatas jelaslah bahwa waktu itu sangat berharga sekali, waktu bagaikan pedang bagi siapapun yang melalaikan waktu maka dia akan tertebas sendiri oleh waktu tersebut, waktu itu tidak sama dengan yang sebelumnya, hari minggu ini tidak sama dengan minggu kemaren, waktu tidak akan bisa diulang dan dipercepat semua sudah ditetapkan oleh Rabb pencipta Alam semesta.  Dalam hadist dikatakan ” Barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dialah orang yang diridhai atau diberi rahmat oleh Allah”

View full article »